28 Oktober 2011

Usamah Bin Zaid

Dalam sejarah Islam jenderal termuda yang pernah memimpin peperangan adalah Usamah Bin Zaid yang ketika itu masih berusia 18 tahun. Penunjukannya sebagai Jenderal datang langsung dari Rasulullah saw, siapakah Usamah Bin Zaid?

Jantung Hati Rasulullah saw

Usamah lahir tahun ke 7 sebelum hijrah di Mekkah. Kondisi dakwah yang begitu sulit saat itu membuat Rasullulah saw senantiasa bersabar. Ketika berita kelahiran Usamah sampai wajah Rasulullah saw langsung berseri.

Usamah bin Zaid adalah anak dari seorang sahabat dan merupakan anak angkat Rasulullah saw (sebelum Islam masuk dan menghapus hukum anak angkat), yaitu Zaid bin Haritsah dan Ummu Aiman pengasuh Rasulullah saw ketika kecil. Dalam suatu riwayat Rasulullah saw berkata: "Ummu Aiman adalah ibuku satu - satunya sesudah ibunda yang mulia wafat, dan satu satunya keluargaku yang masih ada". Riwayat lain bahkan mengatakan UmmuAiman juga pemah menyusui anak Rasullulah saw. 

Adapun Zaid bin Haritsah adalah sahabat kesayangan Rasullulah saw dan anak angkat, yang menyebabkan Zaid sempat dipanggil dengan nama Zaid bin Muhammad, tetapi kemudian dihapus oleh hukum Islam. Dimana nama anak harus dinasabkan kepada orang tua kandungnya. Demikian sayangnya Rasul saw kepadanya sehingga Usamah diberi lagab, Al Hibb wa Ibnil Hibb 'Kesayangan (dari) Anak Kesayangan' dan Hibb Rasulillah, Jantung Hati Rasulullah karena Rasul saw mencintainya sebagaimana mencintai cucunya, Hasan bin Ali bin Abi Thalib. 


Remaja yang Tangguh

Maka, tumbulah Usamah sebagai pribadi yang besar; cerdik dan pintar, berani luar biasa, bijaksana, pandai meletakkan sesuatu pada tempatnya, tahu menjaga kehormatan, senantiasa menjauhkan diri dari perbuatan tercela, pengasih dan (sebaliknya) dikasihi banyak orang, taqwa, wara' (berhati-hati), dan mencintai Allah SWT. 

Keberanian Usamah dimulai ketika Perang Uhud, Usamah datang kehadapan Rasulullah (beserta anak-anak sebaya, putera-putera para sahabat). Mereka izin turut berjihad. Rasul saw menerima sebagian mereka dan  menolak sebagiannya karena usia mereka sangat muda. Usarnah termasuk yang tidak diterima dan hal ini menyebabkan Usamah pulang sarnbil rnenangis. 

Ketika Perang Khandak, Rasul saw akhirnya mengijinkan Usamah ikut berperang karena Usamah sampai berjinjit (agar terlihat lebih tinggi), yang menunjukan keras hatinya dalam rangka turut berjihad. Saat itu usianya 15 tahun.

Dalam perang Hunain Usamah termasuk dalam sedikit sahabat yang tetap bertahan dalam keadaan genting, kemudian dalam perang Mut'ah Usamah menyaksikan keberanian dan kesyahidan ayahnya, Zaid bin Haritsah, yang saat itu merupakan salah satu dari tiga orang Jenderal Perang Mut'ah.


Jenderal Termuda


ilustrasi pasukan jihad, sumber: nabilfarabi.blogspot.com

Dengan semua kelebihan Usamah, Rasul saw menugaskannya sebagai Jendral Pasukan Kaum Muslimin yang akan berhadapan dengan Pasukan Romawi. Riwayat menyatakan usia Usamah saat itu baru 17 tahun. Dalam pasukannya, terdapat nama- nama sahabat besar, Abu Bakar Shidiq, Urnar bin Khatab, Sa'ad bin Abi Waqqas. Abu Ubaidah bin Jarrah, dan para sahabat senior lainya.

Pengangkatan ini sempat menimbulkan desas desus yang menyebabkan kegusaran Rasulullah saw. Beliau lalu pergi ke mesjid Nabawi dan berkata: "Jika kalian mencemoohkan kepernimpinannya, maka kalian dulu juga mencemoohkan kepemimpinan ayahnya. Demi Allah. dia layak untuk jabatan pimpinan. Dan dia adalah orang yang paling aku cintai dan dia adalah orang paling aku cintai sesudah ayahnya". 

Usamah kemudian berangkat sebagai jendral dan saat itu Rasul saw telah wafat. Meski demikian sebagian sahabat Anshar sempat meminta Usamah diganti karena faktor usia, tetapi Khalifah Islam pertama saat itu. Abu Bakar Shidiq. tetap berpegang teguh pada keputusan Rasulullah saw. Bahkan Umar bin Khatab selaku utusan para sahabat mendapatkan kemarahan Abu Bakar atas usulan tersebut.

Perkataan Rasulullah saw terbukti, ditangan Usamah pasukan Islam mampu mengalahkan pasukan Romawi. Bahkan pasukan Usamah membawa kemenangan yang gemilang melebihi perkiraan semua orang. Sampai para sahabat berkata: "belum pernah terjadi suatu pasukan bertempur kembali dari medan tempur dengan selamat dan utuh (tanpa satu korban pun)".

Perjalanan hidup Usamah seorang sahabat yang dalam riwayatnya dikatakan berkulit hitam (keturunan dari Ibunya) dan berhidung pesek adalah perjalanan kemuliaan, hal ini karena ketaqwaannya kepada Allah SWT dan karena Usamah senantiasa mengikuti sunnah Rasulullah saw dengan sempurna serta memuliakan pribadi Rasullullah saw.

Kemuliaan pribadi Usamah terus dijaga hingga khalifah Islam kedua Umar bin Khatab ra.

Penulis: Shabrina, S.S
Sumber: Buletin Mimbar Jum'at, No. 42 Th. XXV 23 Dzulqaidah 1432H - 21 Oktober 2011 Jumat III
Penerbit: Dewan Akbar Indonesia




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar